Sama-sama Dianggap Tidak Berguna
Ibuku suka nyinyir di depanku: "Bapakmu selalu tak mendengarkan omonganku, kalau tidak, keluarga kita sudah lama menjadi kaya!"
Sekali, untuk menyenangkan hati Ibu, aku coba membujuknya dengan menyatakan kebulatan tekad: "Kelak aku pasti tak mengikuti jejak Bapak, aku akan mendengarkan omongan istriku, yaitu menyerahkan sepenuhnya semua urusan keuangan keluarga kepadanya."
Waktu itu Ibuku tiba-tiba menunjukkan muka masam dan berkata dengan nada meremehkan diriku: "Kamu benar-benar barang yang tiada gunanya!"
Sekali, untuk menyenangkan hati Ibu, aku coba membujuknya dengan menyatakan kebulatan tekad: "Kelak aku pasti tak mengikuti jejak Bapak, aku akan mendengarkan omongan istriku, yaitu menyerahkan sepenuhnya semua urusan keuangan keluarga kepadanya."
Waktu itu Ibuku tiba-tiba menunjukkan muka masam dan berkata dengan nada meremehkan diriku: "Kamu benar-benar barang yang tiada gunanya!"