Kisah Perampokan Bank
Pada suatu hari, sebuah kantor cabang bank dijarah sekawanan perampok. Manajer Bank diikat di sebuah kursi, dan mulutnya disumpal dengan segumpal kain.
Sebelum keluar dari pintu bank, salah seorang dari perampok itu memperhatikan gerak gerik manajer bank yang coba meronta-ronta seperti ada sesuatu yang hendak dikatakannya, maka hatinya tergerak untuk mengetahuinya. Penjarah itu kemudian berjalan melangkah ke depan, lalu melepaskan sumpalan kain di mulut manajer itu.
Sesudah meredakan napasnya sejenak, manajer bank itu berkata dengan nada memelas: "Bawalah sekalian buku rekening bank yang ada di dalam laciku ini. Di dalam buku rekening tersebut ada rekening bermasalah sebesar Rp. 50 miliar!"
Sebelum keluar dari pintu bank, salah seorang dari perampok itu memperhatikan gerak gerik manajer bank yang coba meronta-ronta seperti ada sesuatu yang hendak dikatakannya, maka hatinya tergerak untuk mengetahuinya. Penjarah itu kemudian berjalan melangkah ke depan, lalu melepaskan sumpalan kain di mulut manajer itu.
Sesudah meredakan napasnya sejenak, manajer bank itu berkata dengan nada memelas: "Bawalah sekalian buku rekening bank yang ada di dalam laciku ini. Di dalam buku rekening tersebut ada rekening bermasalah sebesar Rp. 50 miliar!"