Dengan penuh kesigapan pendeta memimpin upacara pemberkatan pernikahan.
Sesuai dengan yang biasa tercantum dalam liturgi, pendeta itupun bertanya kepada hadirin yang mengikuti upacara itu.
"Apakah ada diantara saudara-saudara yang mengajukan keberatan terhadap pernikahan ini?"
Terdengar suara halus menjawab, "Ya, ada saya!"
Pendeta itu membalikkan wajahnya dan menegur dengan berbisik.
"Hei tutup mulutmu! Kamu khan pengantin prianya!"



