Seorang diktator mendatangi Kepala Kantor Pos, dan sembari marah-marah ia bertanya,
"KENAPA ORANG-ORANG TIDAK MAU MEMAKAI PERANGKO YANG ADA PHOTONYA SAYA?!!!".
Si Kepala Kantor Pos menjawab. "Oh... itu Pak, perangkonya tidak bisa nempel, kualitas lem-nya jelek sekali".
Dengan penasaran, sang diktator mengambil perangko itu, kemudian menjilatnya serta menempelkannya di amplop.
"LIHAT, PERANGKO INI MENEMPEL DENGAN BAIK, APANYA YANG KURANG?", bentak sang diktator.
Kepala Kantor Pos agak hilang akal sejenak, kemudian ia berkata, "Aah... kalau begitu, pastilah orang-orang salah menjilati sisi yang satunya, Pak!!"
"????!!!!!!!"
Dalam seminggu ini cara pengobatan dokter gigi pribadiku agak aneh. Setiap mau memeriksa gigiku, aku disuruh menghadap ke luar jendela prakteknya sambil membuka mulut dan menjulurkan lidah sampai hitungannya ke sepuluh.
Karena semua pasien juga diperlakukan sama, akhirnya nekat kutanyakan cara pengobatan macam apa ini.
Dokterku menjawab dengan tenang : "Aku sedang bermusuhan dengan tetangga depan rumahku!"
Seorang bocah sangat menginginkan sebuah sepeda baru untuk hadiah Ulang tahunnya. Karena itu, ia menyiapkan segelas susu untuk ayahnya yang ia harap sepulang dari kerja sang ayah melihatnya dan kemudian memberikannya sebuah sepeda baru.
Dan benar, saat ayahnya pulang kerja begitu larutnya, Sang ayah pun melihat segelas susu dengan label "Untuk Papaku Tercinta" tersebut, ia sangat senang. Di malam yang dingin, ia pun meneguk habis susu hangat yang disiapkan oleh anaknya tadi.
Setelah menghabiskan susu segelas itu, ia menemukan sepucuk surat di samping gelas susu tadi, tertulis: "Papa, jika papa menaruh sebuah sepeda baru di depan kamarku, aku akan berikan penawar racun yang aku campur dalam susu yang papa minum. Timmy."
Seorang Petugas Sensus naik mobil sejauh sepuluh Kilometer lewat jalan tanah ke pelosok desa yang terpencil untuk menunaikan tugasnya. Dia menghentikan mobilnya di depan sebuah pondok di pegunungan dan seorang wanita yang sedang duduk di serambi berseru kepadanya: "Kami tidak punya apa-apa. Kami tidak mau membeli apa-apa."
"Saya tidak menjual apa-apa." kata Petugas Sensus.
"Saya datang ke sini untuk Mengambil Sensus. "
"Kami tidak punya," kata si wanita.
"Anda tidak mengerti," kata Petugas Sensus. "Kami sedang berusaha mengetahui berapa jumlah penduduk di seluruh negeri kita ini."
" Nah," kata si wanita, "Anda hanya membuang-buang waktu datang kesini untuk menanyakan kepada saya, sebab saya tidak tahu."
Sarjo tiba-tiba mendadak dipanggil ke ruangan direktur
Direktur : "Kamu tahu kenapa dipanggil disini?"
Sarjo : "Tahu pak, untuk promosi kerja saya bukan?"
Direktur : "Kamu belum setahun disini. masuk sini kamu jadi tukang antar surat, seminggu kemudian jadi sales, sebulan kemudian kamu saya angkat jadi sales manager, dan setelah tiga bulan kamu saya angkat jadi wakil direktur. Bulan ini saya pensiun kamu gantikan saya ya?"
Sarjo : "Makasih pak...."
Direktur : "Kamu cuma bilang seperti itu?"
Sarjo : "Lho Papa kan sudah janji kemaren?"