<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom">

  <title>KETAWA.COM</title>
  <link href="http://ketawa.com/"/>
  <link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://ketawa.com/atom/"/>
  <updated>2012-05-23T07:18:28-05:00</updated>
  <author>
    <name>KETAWA.COM</name>
	<email>noreply@ketawa.com</email>
	<uri>http://ketawa.com/</uri>
  </author>
  <id>http://ketawa.com/</id>

	<entry>
		<title>Berhenti Waktu Lampu Hijau</title>
		<link href="http://ketawa.com/humor-lucu-det-7575-berhenti_waktu_lampu_hijau.html"/>
		<id>http://ketawa.com/humor-lucu-det-7575-berhenti_waktu_lampu_hijau.html</id>
		<updated>2012-05-21T10:59:19-05:00</updated>
		<summary>Paijo memacu mobilnya di tengah kota. Budi dan Jono yang ikut menumpang jadi ketar-ketir melihat cara menyetir Paijo yang ugal-ugalan.

&quot;jo, tadi kan lampu merah, kok kamu terus saja? Bisa tabrakan nanti kita...&quot; keluh Budi.

Paijo menjawab dengan santai, &quot;Ah, abangku selalu begitu, sampai sekarang sehat-sehat saja.&quot;

Tidak berapa lama kemudian, mereka tiba di lampu merah berikutnya. Walaupun lampu menyala merah, Paijo tetap tancap gas.

&quot;Wah, kalau begini terus bisa mati kita... Paling tidak opname di rumah sakit...&quot; kata Budi kuatir.

Namun lagi-lagi Paijo menjawab, &quot;Kalian bedua tenang saja. Abangku selalu nerobos lampu merah, nyatanya sampai sekarang dia sehat-sehat saja.&quot;

Sampai ketika mereka tiba lagi di persimpangan, tiba-tiba lampu hijau menyala. Dengan serta merta Paijo menginjak rem sampai mobilnya berhenti. Budi dan Jono yang heran kemudian bertanya, &quot;Kok kamu malah berhenti? Lampunya kan hijau?&quot;

&quot;Tentu saja aku berhenti,&quot; jawab Paijo, &quot;Coba kalian bayangkan, di sebelah sana kan lagi merah. Lha, kalo abangku lewat dari sebelah sana gimana? Bisa ancur kita!&quot; (KETAWA.COM)</summary>
		<category term="Cerita Humor Umum"/>
	</entry>
	<entry>
		<title>Menikahi Perempuan Tua Renta</title>
		<link href="http://ketawa.com/humor-lucu-det-7573-menikahi_perempuan_tua_renta.html"/>
		<id>http://ketawa.com/humor-lucu-det-7573-menikahi_perempuan_tua_renta.html</id>
		<updated>2012-05-21T02:51:49-05:00</updated>
		<summary>&quot;Aku sangat heran padamu...&quot; Kata Budi kepada Aldo, &quot;Kamu masih muda, perjaka, tampan, kekar dan banyak gadis yang suka padamu. Kenapa kamu malah merelakan diri menikah dengan Bu Utomo yang tua, peot dan sering sakit-sakitan itu?&quot;

&quot;Aku tidak menikah dengan Bu Utomo. Aku merasa sekarang sedang menikahi harta kekayaannya,&quot; jawab Aldo dengan santai. (KETAWA.COM)</summary>
		<category term="Cerita Humor Umum"/>
	</entry>
	<entry>
		<title>Bapakku Tak Ada Di Rumah</title>
		<link href="http://ketawa.com/humor-lucu-det-7572-bapakku_tak_ada_di_rumah.html"/>
		<id>http://ketawa.com/humor-lucu-det-7572-bapakku_tak_ada_di_rumah.html</id>
		<updated>2012-05-18T19:08:10-05:00</updated>
		<summary>Seorang pencuri mendatangi sebuah daerah hunian hendak melakukan aktivitasnya. Matanya tertuju kepada seorang bocah laki-laki yang sedang duduk di dalam pintu rumahnya, lehernya tergantung seuntai kunci. Ia coba melangkah ke depan dan bertanya: &quot;Nak, Bapakmu apa ada di rumah?&quot;

&quot;Bapakku tak ada di rumah,&quot; jawab bocah laki-laki itu.

&quot;Aku adalah tukang periksa meteran listrik. Bolehkah aku masuk sebentar?&quot; kata pencuri itu lebih lanjut.
 
&quot;Sudah tentu boleh, masuklah...&quot;

Bocah itu membukakan pintu untuknya, tapi baru saja si pencuri melongokkan kepalanya ke dalam, ia pun segera mundur selangkah lalu lari terbirit-birit. Bocah cilik itu berteriak-teriak mengejarnya: &quot;Bapakku benar-benar tak ada di rumah. Mereka adalah Pakcik dan Pakdeku.&quot; (KETAWA.COM)</summary>
		<category term="Cerita Humor Umum"/>
	</entry>
	<entry>
		<title>Rebutan Makan Kentang Dengan Sapi</title>
		<link href="http://ketawa.com/humor-lucu-det-7571-rebutan_makan_kentang_dengan_sapi.html"/>
		<id>http://ketawa.com/humor-lucu-det-7571-rebutan_makan_kentang_dengan_sapi.html</id>
		<updated>2012-05-18T06:16:36-05:00</updated>
		<summary>Melihat Ibunya membeli setumpuk kentang, anaknya bertanya,

&quot;Bu, buat apa beli kentang sedemikian banyaknya?&quot;

Ibunya menjawab, &quot;Sudah tentu untuk dimakan, dong! Masa kamu sudah lupa, waktu kamu masih kecil pernah sekali rebutan kentang dengan sapi di rumah Nenek, kan?&quot;

Anaknya sangat terkejut mendengar perkataan ibunya, maka itu dia berkata, &quot;Aduh, Bu, kejadian itu sekali-kali jangan Ibu ceritakan kepada orang lain, malu ah!&quot;

Ibunya malahan berkata dengan bangganya, &quot;Takut apa? Waktu itu kamu toh keluar sebagai pemenang!&quot; (KETAWA.COM)</summary>
		<category term="Cerita Humor Umum"/>
	</entry>
	<entry>
		<title>Harapan, Kecewa dan Tidak Ada Harapan</title>
		<link href="http://ketawa.com/humor-lucu-det-7570-harapan_kecewa_dan_tidak_ada_harapan.html"/>
		<id>http://ketawa.com/humor-lucu-det-7570-harapan_kecewa_dan_tidak_ada_harapan.html</id>
		<updated>2012-05-18T01:07:23-05:00</updated>
		<summary>Anak: &quot;Bu, bagaimana memahami makna kata &#039;harapan&#039; dengan tepat?&quot;
Ibu: &quot;Mirip-mirip wajah Bapakmu waktu membeli lotre begitu, lah.&quot;
Anak: &quot;Lalu, memahami arti kata &#039;kecewa&#039; bagaimana Bu?&quot;
Ibu: &quot;Seperti wajah Bapakmu saat &#039;tak menang lotre&#039;&quot;
Anak: &quot;Lalu bagaimana menghayati makna kata &#039;tak ada harapan&#039;, Bu&quot;?
Ibu: &quot;Bagaikan wajah Bapakmu kalau tidak ibu beri uang dan tak punya uang untuk membeli lotre...&quot; (KETAWA.COM)</summary>
		<category term="Cerita Humor Umum"/>
	</entry>

</feed>
